Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryAug 26, '07 8:32 AM
for everyone

MAU JADI PENERJEMAH? Yah, Kira-Kira Beginilah Caranya.

Baiklah, by popular demand, akhirnya tulisan ini dibuat juga. Bagaimana caranya supaya bisa menjadi penerjemah? Beginilah, hehehe. Aku akan menjelaskannya dalam beberapa langkah—sekarang aku belum tahu bakal ada berapa langkah—supaya nggak membingungkan. Ingat, ini cuma pembagian pengalaman dariku, dan jalan semua orang kan berbeda-beda, ya. Jadi, silakan dibaca saja, boleh ditiru, boleh juga tidak. Dan, karena ini menurutku, jadi nggak boleh diprotes, hahahha ….


Apa Sih Menerjemahkan Itu?

Apakah menerjemahkan sama dengan mengalihbahasakan? Benar dan tidak. Yang lebih tepatnya, menerjemahkan adalah mengalihkan jiwa. See, setiap buku, setiap artikel, setiap teks punya nyawa. Nyawa itu sifatnya unik, berbeda-beda dalam setiap teks. Nah, nyawa inilah yang berusaha kita pindahkan ke dalam sebuah karya terjemahan, jadi bukan sekadar bahasanya. Maka, jelas kurang tepat kalau kita menerjemahkan sebuah buku dari kalimat per kalimat atau kata per kata. Kita harus melihat sebuah buku secara keseluruhan. Harus memahami apa yang terjadi di dalamnya. Harus mendalami karakter setiap tokohnya dan menempatkan diri dalam posisi mereka. Karena itulah, seharusnya gaya menerjemahkan dalam setiap buku juga berbeda. Ada kata-kata yang wajar ditampilkan dalam buku A, tapi jadi aneh jika muncul dalam buku B, begitu pula sebaliknya.

Dalam pandanganku (dan ternyata pendapat Suze Marie juga sama, secara kami berdua memang terobsesi ingin menjadi artis), menerjemahkan sama dengan berakting. Misalnya, waktu aku menerjemahkan The Kite Runner, suasana hatiku juga harus menjadi kacau balau, mengikuti keabu-abuan si Amir, naratornya. Lain halnya waktu menerjemahkan Middlesex, aku tidak perlu berbuat banyak untuk menghayati peran karena sifat si Cal mirip denganku (hush, bukan hermaphrodite-nya, tetapi sarkasme dan kesukaannya berbicara sompral). Maka, begitulah, kita harus betul-betul memahami esensi buku yang kita terjemahkan sebelum bisa menerjemahkannya dengan baik.

 

Siapa Sajakah yang Bisa Menjadi Penerjemah?

Aku sering mendengar orang bilang, “Ah, pengin juga deh jadi penerjemah, tapi aku kan bukan lulusan Sastra.” Lhoo, siapa bilang yang bisa menjadi penerjemah hanya lulusan Sastra? Nggak kok, coba lihat si astronom murtad ini (tapi namanya Umay, bukan Brian May), atau Mbak Femmy. Yah, cuma sedikit kok, penerjemah yang kukenal yang lulusan Fakultas Sastra. Kebetulan aku satu di antaranya. Keuntungannya hanyalah aku pernah mengikuti mata kuliah Translation sepanjang enam semester (hanya satu yang dapat A, satu dapat C, lainnya B), meskipun sebenarnya yang lebih berguna lagi dalam urusan menerjemahkan adalah mata kuliah Syntaxes—soalnya dalam mata kuliah ini aku mengetahui tentang cara membedah kalimat berdasarkan strukturnya.

Sebenarnya, yang lebih penting dalam menerjemahkan bukanlah penguasaan penerjemah terhadap bahasa asli teks, tapi penguasaannya terhadap bahasa Indonesia. Yah, percuma saja kalau bahasa Inggrisnya (atau bahasa manapun, deh) jago tapi bahasa Indonesianya kacau. Waktu jadi editor dulu, aku sering mendapatkan lamaran dari orang-orang yang CV-nya tampak mengesankan, misalnya lulusan luar negeri, dan dari surat lamarannya ketahuan banget kalau bahasa Inggrisnya memang oke, tapi begitu disuruh menerjemahkan, eh, kok nggak banget, ya. Jadi, begitulah. Penguasaan bahasa Inggris penting, tapi penguasaan bahasa Indonesia jauh lebih penting. So, bagi yang ingin menjadi penerjemah, ayo dilihat, sudahkah Anda menguasai EYD, memiliki banyak kosa kata, dan memahami gaya bahasa?

 

Bagaimanakah Prospek Profesi Penerjemah di Indonesia?

Believe it or not, prospeknya sangat cerah. Dalam industri buku saja, penerjemah yang bagus masih sangat dibutuhkan. Selama dua tahun aku menjadi editor, penerjemah yang dapat dipercaya buat flying solo masih bisa dihitung dengan jari (dari satu tangan, pula). Maka, nggak heran kalau penerjemah yang bagus selalu menjadi buruan banyak penerbit. Soal penghasilan? Wah, di atas lumayan, dong. Sebagai gambaran, tarif untuk penerjemah pemula biasanya adalah Rp.10.000,-/halaman terjemahan (spasi ganda, font 12 pt.). Untuk novel, biasanya jumlah halamannya minimal 200. Jadi, yah, hitung saja sendiri berapa pendapatan seorang penerjemah. Buat yang sudah senior, tentunya tarif itu akan terus naik. Apalagi kalau penerjemah itu sudah tidak membutuhkan editor (alias hasil terjemahannya sudah bersih tanpa perlu diedit), tarifnya tentu lebih mahal lagi.


Okay, sekian dulu untuk langkah pertama kita. Semoga tiga hal yang kujelaskan di atas cukup untuk memberikan gambaran tentang profesi penerjemah. Selanjutnya, dalam langkah kedua, kita akan membahas hal-hal yang lebih teknis, termasuk bagaimana membuat sampel terjemahan yang baik dan cara menggalang network yang oke. Kalau ada pertanyaan, silakan lontarkan saja, supaya sekalian bisa dijadikan bahan pembahasan. Baiklah, sampai bertemu lagi di langkah kedua!


-Mizz Antie-
Penerjemah yang terobsesi ingin menjadi artis



90 CommentsChronological   Reverse   Threaded
imgar wrote on Aug 26, '07
ha..terobsesi menjadi artis..? pantesan.. :p
antie wrote on Aug 26, '07
lho... baru tau toh? kirain ini udah jadi rahasia umum ;p
yulibean wrote on Aug 26, '07
walaaah hahahahaha.......jadi model baju aja kaya si Lina...hehehe
antie wrote on Aug 26, '07
hush... dik yuli ndak boleh sirik ya! heh, ini kan postingan serius, mbok ya komennya yang serius gitu lhuwoh....

*ibu manajer weekend ini lagi rada waras
yulibean wrote on Aug 26, '07
Ups sory...
baik bu Antie...
satu pertanyaan serius...
bolehkah kita memuat gaya (menulis) kita ketika menerjemahkan suatu karya...misalnya :
Karya yang kita terjemahkan bergaya sastra banget...lalu kita terjemahkan jadi rada nge-pop....boleh ga..??
antie wrote on Aug 26, '07
baiklah dik yuli, akan saya jawab pertanyaan anda dengan sangat serius... coba dik yuli lihat penjelasan saya pada poin pertama. menerjemahkan adalah memindahkan jiwa suatu buku ke dalam buku yang sama dengan bahasa yang berbeda. naaah, kalo karya aslinya sastra banget, terus diterjemahkannya menjadi ngepop banget, ya tentu ndak boleh dong. jiwa buku itu nantinya lari ke mana?? begitulah menurut saya, dik yuli. ada pertanyaan lain?
dalus wrote on Aug 26, '07
antie.....ini post yg saya tunggu-tunggu.... ini seperti liat artikel how-to-nya para artist! beneran deh. eh, dikau udah jadi artis beneran tuh...!! :)
terusin ya, yang lengkap. i'm watching! :))
antie wrote on Aug 26, '07
horeee.... ella mengakui keartisanku, huhuiiii!!!
ella juga harus bikin how-to ala artis versi ella dong, kayak cara menggambar tikus mabuk itu, hiihhiihih....
okeh, beberapa postingan ke depan masih akan membahas penerjemahan, kok. tunggu saja yah!
dalus wrote on Aug 26, '07
eh saya pernah bikin loh, posting how-to, dirimu kurang jeli aja mengaduk-aduk MP saya. hehee.
nah, saya mo duduk manis di sini. *mata kebuka lebar*
antie wrote on Aug 26, '07
oohhh... baiklah, ella. aku akan mengaduk-aduk MP ella, hehehe.... *nggak duduk manis, soalnya mau mengaduk-aduk ;D
yulibean wrote on Aug 26, '07
Hmm untuk sementara tidak ada bu Antie...
terima kasih atas penjelasanya...
*leherku kok kaku-kaku ya kalo ngomong serius???*
percikanku wrote on Aug 26, '07
dapat berapa tuh dari Vienna Blood? hahaha
jmave wrote on Aug 26, '07
dari dulu pengen jadi penerjemah, tapi gak pede :D akhirnya ada artikel how-to dari mbakyu antie hore! na itu poin penting tu di atas itu: yang harus dikuasai justru bahasa Indonesia (kalau mau menerjemahkan ke bahasa Indonesia). ini yang sulit. saya pernah ikut kursus penerjemahan buku teks ilmiah, yang ngajarin para penyusun KBBI, dan mereka maunya istilah2 sains diterjemahkan, saya malah kurang setuju, karena kebanyakan para pembaca buku ilmiah sudah kenal istilah asingnya, kalau diterjemahkan malah tambah bingung. menurutmu gimana, tie?
antie wrote on Aug 26, '07
*leherku kok kaku-kaku ya kalo ngomong serius???*
baguss... aku menemukan variasi siksaan baru, hahahahaaaaa.....
ntar lagi kalo terapi, semua pasien diwajibkan ngomong serius!!
antie wrote on Aug 26, '07
dapat berapa tuh dari Vienna Blood? hahaha
err... ehem... 500 halaman kali sekian, hahahaha.....
antie wrote on Aug 26, '07
jmave said
saya pernah ikut kursus penerjemahan buku teks ilmiah, yang ngajarin para penyusun KBBI, dan mereka maunya istilah2 sains diterjemahkan, saya malah kurang setuju, karena kebanyakan para pembaca buku ilmiah sudah kenal istilah asingnya, kalau diterjemahkan malah tambah bingung. menurutmu gimana, tie?
nah, mina... berarti kita satu mazhab!! heheheh....
aku juga salah satu penerjemah yang mendukung pengaslian, kok. jadi, alih-alih mengindonesiakan segala sesuatu, aku lebih suka menyelami suasana asli buku itu. jadi, berbagai istilah yang memang sudah khas, biasanya aku nggak mau nerjemahin, hehehee.....
terasrumah wrote on Aug 26, '07
Bukannya lo penerjemah yang pengen punya toko sepatu An?
:D
antie wrote on Aug 26, '07, edited on Aug 26, '07
gini da.... gue mau jadi artis, tetep nerjemahin juga, trus punya bisnis sampingan toko sepatu, hahahaha.... (yah, selain itu tetep jadi manajer, publisis, costumer service, dan segala macemnya itulah...) sibuk amat yak? hiihihih.....
kobochan16 wrote on Aug 26, '07
aku terjemahin bahasa tubuh aja ah......
nocturno wrote on Aug 26, '07
CTRL+S..

gini toh caranya bisa tenar seperti mbak antie
nadnuts wrote on Aug 26, '07
ya ampun, tie...kaget pas baca judul jurnal ini d msg board...

guess what, kmaren aku baruuuuu aja mikir mo minta antie share pengalaman sebagai penerjemah senior...biar aku yg junior ini bisa lbh banyak blajar!

dan...here it is...already started!

i think we realy are twins deh ;D tak perlu kata2 dah nyambung...hehee
kobochan16 wrote on Aug 26, '07
nadnuts said

i think we realy are twins deh ;D tak perlu kata2 dah nyambung...hehee
yah, mungkin karena sama2 lahir di tanggal 16 mei, nad, hehehehehehehehe
antie wrote on Aug 27, '07
aku terjemahin bahasa tubuh aja ah......
oh... bahasa tubuh... bahasa glonggong aja, gimana?
antie wrote on Aug 27, '07
CTRL+S..

gini toh caranya bisa tenar seperti mbak antie
wekekekekekeeee..... aahh, masih kurang tenar.... (tamak mode on)
ally, tunggu step kedua ya....
antie wrote on Aug 27, '07
nadnuts said
i think we realy are twins deh ;D tak perlu kata2 dah nyambung...hehee
kembar tiga mbak nad, sama kobo... hahahahaha....
lhah, bukannya lebih senior mbak nad daripada aku?? yok, kita berbagi pengalaman.... :))
terasrumah wrote on Aug 27, '07
Iya ya? Ada gak siy laotong bertiga?
Gw baru nemuin 3 orang yg ultahnya sama. hehehhehe
antie wrote on Aug 27, '07
yah, hanya sajaa... apa mbak nad mau menjalani upacara pengikatan kaki, blom ditambah pula dengan ritual sumur dan entog segala? hehehehe.....
indahjuli wrote on Aug 27, '07
Ntie, bukannya kamu udah jadi artis ?
artis perbukuan :)
mamsky wrote on Aug 27, '07
Asyeeekkk... antie ngasih aku bekal untuk masa depan! tapi di mana ya kita bisa belajar bahasa Indonesia? aku malah mau les bahasa Inggris nih. sebenernya pengen bahasa Mandarin juga, tapi satu-satu lah ya... I love you, ant! Umay, aku padamuuu...!!!
antie wrote on Aug 27, '07
Ntie, bukannya kamu udah jadi artis ?
artis perbukuan :)
yah... asal bukan artis srimulat, hihihihhi....
(kalo di srimulat, aku jadi bintang tamunya ajaaa....)
antie wrote on Aug 27, '07
mamsky said
Asyeeekkk... antie ngasih aku bekal untuk masa depan! tapi di mana ya kita bisa belajar bahasa Indonesia? aku malah mau les bahasa Inggris nih. sebenernya pengen bahasa Mandarin juga, tapi satu-satu lah ya... I love you, ant! Umay, aku padamuuu...!!!
belajar bahasa indonesia sih gampang, mam.... baca aja buku berbahasa indonesia. ato baca KBBI tuh, hihiihhiih..... kalo bahasa mandarin, yuk kita berguru sama oom maharahib aja yuk...
waaaa.... i love u too, muah muah!!
orangketiga wrote on Aug 27, '07
wah makasih artikelnya :) -artis yang terobsesi jadi penerjemah-
antie wrote on Aug 27, '07
heheheh... sama2 ... :))
htanzil wrote on Aug 27, '07
aku pernah nyobain nerjemahin buku how to....nggak sanggup...bikin stress...he..he..tapi liat tarifnya menggiurkan juga ya...
antie wrote on Aug 27, '07
heheheh... itu tarif pemula lho, rahib.... hhehehhe.....
mmlubis wrote on Aug 27, '07
antie said
Waktu jadi editor dulu, aku sering mendapatkan lamaran dari orang-orang yang CV-nya tampak mengesankan, misalnya lulusan luar negeri, dan dari surat lamarannya ketahuan banget kalau bahasa Inggrisnya memang oke, tapi begitu disuruh menerjemahkan, eh, kok nggak banget, ya.
iya, dulu aku sering langsung menyisihkan para pelamar yang menulis lamarannya: "Ingin menjadi penTerjemah" hekhekhek ...
antie wrote on Aug 27, '07
yah, secara kita editor terkejam di dunia, suze :D
mmlubis wrote on Aug 27, '07
tapi yang heran, di milis pasarbuku ada sebuah biro yang mengiklankan "Jasa Interpreter dan PenTerjemah", ada yang percaya ndak ya? hikhikhik ...
antie wrote on Aug 27, '07
lhaya ituuu... udah gitu diulang2 mulu iklannya...
ga tobat2 aja orang itu, hahahahahaha.....
mmlubis wrote on Aug 27, '07
antie said
gini da.... gue mau jadi artis, tetep nerjemahin juga, trus punya bisnis sampingan toko sepatu, hahahaha.... (yah, selain itu tetep jadi manajer, publisis, costumer service, dan segala macemnya itulah...) sibuk amat yak? hiihihih.....
yah ... senasib
*penerjemah yang punya warung kebab, tapi selain jadi artis, bercita-cita juga punya kafe dan jadi desainer interior* hahahahahahahahaha
ratnajanuarita wrote on Aug 27, '07
ternyata menulis "how-to"-nya popular dan practical juga ya ... nanti kalo sudah langkah terakhir, buat buku ya ... sebagai pertanyaan yang mungkin bisa dibahas dan diberikan tip-nya ... bagaimana untuk penerjemah yang spesifik di suatubidang keilmuan ... misalnya hukum, setahu mbak, biar para lawyer-nya ielts-nya min. 7 tapi biasanya mereka selalu mengandalkan profesional translator khusus untuk bidang hukum ... nah kumaha nih non ...
antie wrote on Aug 27, '07
kalo dibuat buku mungkin cuma 10 halaman, mbak, hehehe.... soalnya kayaknya cuma ada 3 step kok ;D

kalo untuk penerjemah di bidang keilmuan begitu, biasanya mereka pake lisensi, mbak. kan ada tuh yang namanya penerjemah tersumpah (kalau aku sih penerjemah disumpahi, hahaha....) nah, buat mendapat lisensi ini ada tes khususnya. biasanya tarif penerjemah tersumpah juga lebih mahal lagi. tapi kalau aku sih lebih suka jadi penerjemah buku saja, biar bayarannya lebih kecil, tapi yang diterjemahkan lebih menyenangkan, hehehehe....
femmy wrote on Aug 27, '07
hehehe... dulu juga aku begitu. bidang penerjemahan selain buku tidak pernah kulirik. pokoknya mau jadi penerjemah buku aja! penerjemah dokumen? ogah! juru bahasa? no way! tapi, setelah mencoba beberapa kali, ternyata asyik juga, dengan caranya masing-masing, meskipun kenikmatan menerjemahkan buku tetap berada jauuuh di atas yang lain. yang pasti, aku menyadari, dengan bilang ogah ini ogah itu, sebenarnya aku hanya membatasi diri, menutup diri dari pengalaman yang lebih luas, yang bisa memperkaya diri.
kobochan16 wrote on Aug 27, '07
aku yah, kog kerjaannya menerjemahkan omelan .... itu berat.... melibatkan segenap jiwa raga, wakakkkkakakakkaka
antie wrote on Aug 27, '07
femmy said
yang pasti, aku menyadari, dengan bilang ogah ini ogah itu, sebenarnya aku hanya membatasi diri, menutup diri dari pengalaman yang lebih luas, yang bisa memperkaya diri.
hehehehe... iya juga ya, mbak....
kalo membatasi diri, gimana mo jadi artis, hiihhihihi....
tapi untuk saat ini, aku masih mau berbuku2 dulu aja deh.... :D
antie wrote on Aug 27, '07
aku yah, kog kerjaannya menerjemahkan omelan .... itu berat.... melibatkan segenap jiwa raga, wakakkkkakakakkaka
gimana kalo menerjemahkan transkrip terapi ke bahasa batak???
ntar aku kasih fee di atas tarif pemula, hehehehe.....
nadnuts wrote on Aug 27, '07
iya ya, kita kembar 3 hihihihi...

btw aku junior kali...lom masuk majalah soalnya...heuehehe...canda, tie...

;D
antie wrote on Aug 27, '07
sinih, sinih... aku masukin, hihihihihiih....
mmlubis wrote on Aug 28, '07
antie said
gimana kalo menerjemahkan transkrip terapi ke bahasa batak???
ntar aku kasih fee di atas tarif pemula, hehehehe.....
aku mau menerjemahkan transkrip terapi ke bahasa sunda ...
jadi trilingual nanti hahahahahahahaha
antie wrote on Aug 28, '07
yah, kalo trilingual bayarannya tiga kali lipat!! hahahahaha....
princessbijou wrote on Aug 28, '07
horeee jadi juga aku belajar jadi penerjemah hehehe.. salam kenal yah mbak..
antie wrote on Aug 28, '07
halo mbak... salam kenal juga, heheheheh.....
dalus wrote on Aug 29, '07
antie, kok artikel kamu ini muncul di milis pasarbuku tp yang nulisnya pa Qomar dari Serambi? gak ada kredit namamu disitu?
antie wrote on Aug 29, '07
hahahaa... masa sih? aku belom liat ke pasarbuku....
*hmmm... mas qomar???
jmave wrote on Aug 29, '07
wah. antie bener2 dah jadi seleb, sampe2 dikutip tanpa bilang2 :D
jmave wrote on Aug 29, '07
qomar? bukan q kan? :D
antie wrote on Aug 29, '07
jmave said
wah. antie bener2 dah jadi seleb, sampe2 dikutip tanpa bilang2 :D
wah, aku berarti tiap keluar rumah harus dandan nih... siap2 dikuntit papparazzi, hikhikhikk....
antie wrote on Aug 29, '07
jmave said
qomar? bukan q kan? :D
sama Q-nya tapi beda orang... kalo Qyu kan Papah Manggis, hahahaha....
ratnajanuarita wrote on Aug 29, '07
antie said
kalo dibuat buku mungkin cuma 10 halaman, mbak, hehehe.... soalnya kayaknya cuma ada 3 step kok ;D
masa seorang "antie" cuma mampu 10 halaman? ahhhh ... menilik kreativitasnya ... mbak ragu tuh kalo cuma sampe 10 hlm ... hmmm ;-)

kalo mbak mau jadi pembaca terjemahan aja ... hehehe ...
antie wrote on Aug 29, '07
masa seorang "antie" cuma mampu 10 halaman? ahhhh ... menilik kreativitasnya ... mbak ragu tuh kalo cuma sampe 10 hlm ... hmmm ;-)
waaakkss... kalo lebih dari 10 halaman aku pasti meracau, mbak, hahahaha.....
mmlubis wrote on Aug 29, '07
ayo suze ... tuntuuut! kita ke frankfurt, hahahaha
antie wrote on Aug 29, '07
huhuuuuyyy... frankfurt, here i come!
ratnajanuarita wrote on Aug 30, '07
antie said
kalo lebih dari 10 halaman aku pasti meracau
come on ... get real ... "meracau" kan asyik ... ayo ah ... kalo dibuat buku pasti bagus nih ... apa harus ditemani si dora the explorer? ya non ... :-) diantosan di pengkolan nya!
antie wrote on Aug 30, '07
come on ... get real ... "meracau" kan asyik ... ayo ah ... kalo dibuat buku pasti bagus nih ... apa harus ditemani si dora the explorer? ya non ... :-) diantosan di pengkolan nya!
hehehehhe... sampe ketemu di pengkolan, mbak :))
*mau ke mana kita?
dalus wrote on Aug 30, '07
eh btw bukan di milis pasar buku deng, tapi milis dapur serambi... yg artikelmu dicomot itu.
antie wrote on Aug 30, '07
hehehehe... iya ella, makanya aku meminta ganti rugi dengan ongkos ke frankfurt ;D
dalus wrote on Aug 30, '07
wahahahh...berat banget ganti ruginya...hihih
antie wrote on Aug 30, '07
iya, ini sebagai bahan pelajaran di masa mendatang, hahahah....
ratnajanuarita wrote on Aug 30, '07
antie said
*mau ke mana kita?
ke penerbit ... hihihi ... keukeuh ...
antie wrote on Aug 30, '07
hehehe... ke frankfurt aja yuk....
ratnajanuarita wrote on Aug 30, '07
yuuuk ... :-)
terbanglahlbhtinggi wrote on Sep 9, '07
TLT, orang biasa yang udah lama kepengen mjd penerjemah *grin
rinurbad wrote on Sep 17, '07
Mbak Antie, penyampaiannya oke dan enak dibaca deh:) Ditunggu step ke-3 nya.
antie wrote on Sep 17, '07
Makasih Mbak... mungkin Step 3 akan muncul weekend ini. Ditunggu saja ;D
nadnuts wrote on Sep 17, '07
antie said
yah, hanya sajaa... apa mbak nad mau menjalani upacara pengikatan kaki, blom ditambah pula dengan ritual sumur dan entog segala? hehehehe.....
ehmmm...gak ada cara lain ya? ;D
andhysmarty wrote on Sep 24, '07
boleh juga ...
tapi Ntie aku baru mbaca terjemahanmu masih banyak yang kelwat lo. tentang penggunaan he, she ... jadi belipet ...
tapi, aku nilai kamu di atas rata2 .. aku bisa belajar private ga di rumah ... heheheeh
albirru wrote on Nov 26, '07
biasanya penerbit ngasih range waktu berapa lama sih.. lets say... 100 hlm buku?
antie wrote on Nov 26, '07
kalau 100 halaman sih seharusnya bisa diselesaikan dalam 1-2 minggu, mbak...
themoststubb wrote on Dec 17, '07
mbak, ceritanya saya berminat jadi penerjemah nih, soalnya saya seneng nulis... kalo boleh kapan2, minta bimbingan mbak... he3.
nseptiana wrote on Jan 30, '08
Mbak gimana maksudnya mengalihkan jiwa? Yang saya tau terjemahan itu mengalihkan kata per kata. Apa boleh satu kalimat diterjemahkan sesuai jiwanya, nanti bahasa asli dan terjemahannya bisa beda dong. Bisa kasih contoh sedikit nggak? Makasih banyak mbak :)
antie wrote on Jan 30, '08
mbak, ceritanya saya berminat jadi penerjemah nih, soalnya saya seneng nulis... kalo boleh kapan2, minta bimbingan mbak... he3.
oke... oke... boleh, boleh :D
antie wrote on Jan 30, '08
Mbak gimana maksudnya mengalihkan jiwa? Yang saya tau terjemahan itu mengalihkan kata per kata. Apa boleh satu kalimat diterjemahkan sesuai jiwanya, nanti bahasa asli dan terjemahannya bisa beda dong. Bisa kasih contoh sedikit nggak? Makasih banyak mbak :)
justru sebenarnya terjemahan itu bukan mengalihkan kata per kata loh... seandainya kita nerjemahin buku, pahamilah dulu bukunya. selami nyawanya, dan kita baru bisa menerjemahkannya dengan baik. dan jiwa itu terdapat di keseluruhan buku, jadi bukan masalah kata per kata atau kalimat per kalimat, gituu :))

contohnya, coba dibaca buku terjemahanku saja ya, hihihi...
tukangtranslate wrote on Sep 1, '08
ikutan jadi penerjemah amatir yaa:D
antie wrote on Sep 1, '08
mari, mari.. silakaaannn :D
katacheo wrote on Dec 3, '08
halo mizz antie, wah, seneng banget bisa nemu blog seorang penerjemah, hehe... betulll banget... yg soal menyelami karakter tokohnya, saya pernah nerjemahin teenlit yang jdlnya Luna, wah, langsung feel blue setelah itu, pokoknya ngikut banget deh jiwanya :)
antie wrote on Dec 3, '08
hahaha.. iya, sebenernya menerjemahkan itu kayak akting juga ya, seharusnya kita pantas dapat oscar :D
katacheo wrote on Dec 4, '08
ngmg2 mbak, saya baca The Kite Runner juga nyaris tergoncang rasanya jiwa ini, hehe... thanks ya udah translating very nicely :)
antie wrote on Dec 4, '08
waaaaaaaaaaa..... makasih yaaaaaaaaaa...
it means a lot to me :D
Comment deleted at the request of the author.
katacheo wrote on Jan 16, '09
mbak numpang nge-link yaa.. :) thank youuu
Add a Comment